Membangun Jalur Ekspor Langsung dari Bali Utara

BERBICARA soal sentra produksi barang kerajinan di Bali, orang mungkin lebihbanyak menyebut nama sejumlah desa di Gianyar, Klungkung atau Badung.Jarang sekali orang melontarkan nama-nama desa di Buleleng, meskisesungguhnya barang-barang kerajinan produksi perajin-perajin desa di BaliUtara itu sudah banyak memenuhi pasar seni di Bali Selatan, bahkan hingga keluar negeri. Bahkan, secara ekonomi dan bisnis, perajin di Buleleng tergolongsangat eksis meskipun dari segi pemasaran mereka masih sangat tergantungdengan pengusaha-pengusaha besar di Gianyar dan Denpasar.

            Di Buleleng kini terdapat tak kurang dari 500 perajin yang tersebar daripinggiran kota hingga ke pelosok-pelosok desa. Dari jumlah itu, sekitar 60perajin masuk dalam usaha berskala cukup besar dengan mempekerjakansekitar 10 hingga 50 karyawan. Meski bekerja di tempat terpencil, namun omzetmasing-masing dari perajin itu bisa mencapai rata-rata Rp 5 juta hingga Rp 10juta. Omzet itu tentu termasuk besar meski jika dilihat dari sistem pemasaran yangmereka anut masih tradisional. Mereka harus membawa sendiri barangkerajinan mereka ke pasar-pasar besar di Gianyar dan Denpasar, ataumengirimnya ke perusahaan kargo di Denpasar untuk dipasarkan ke luar negeri. Bahkan, masih ada perajin yang membawa sendiri barang kerajinannya kelilingdesa di Buleleng dan luar Buleleng. Atau jika tak ada waktu untuk berkeliling,mereka cukup tinggal di rumah untuk menerima pesanan.

            Jenis-jenis barang kerajinan yang diproduksi di Buleleng sangat beragam. DiKecamatan Gerokgak terdapat sejumlah desa yang dikenal memiliki perajinaktif, seperti di Sumberkima yang dikenal dengan kerajinan aksesori kayu, diCelukan Bawang terdapat sejumlah perajin batu apung, dan Pengulon dikenaldengan sentra kerajinan kerang. Kecamatan Banjar sangat terkenal dengan sentra kerajinan anyaman, seperti di Desa Tigawasa dan Sidatapa. Dari segi keunikan bahan dan desain, hasil produksi barang kerajinan Bulelengtak kalah dengan daerah lain di Bali, bahkan di Jawa. Misalnya kerajinan batuapung, mungkin hanya terdapat di Buleleng. Lalu di bidang kerajinan ukiran,Buleleng memiliki jenis ukiran yang amat khas dan tak bisa disamakan denganjenis ukiran dari Gianyar dan Tabanan. Ukiran Buleleng yang melekat padamebel, kusen rumah atau barang-barang pajangan lainnya memiliki karakterlebih ekspresif dan eksploratif. Ukirannya tebal-tebal dengan lekukan yang lebihbebas dan berani menyimpang dari pakem-pakem ukiran pada umumnya di Bali.

            Secara kualitas, barang kerajinan anyaman seperti sokasi, keben dan jenisbarang anyaman lainnya hasil produksi perajin di Buleleng termasuk lebihbermutu dibanding kerajinan dari daerah lain, baik dari segi bahan maupunpengerjaannya. Kualitas inilah yang kerap membuat barang anyaman dari Tigawasa, Sidatapa dan desa lain di Buleleng menjadi lebih mahal dibandingkandengan kerajinan anyaman yang berasal dari daerah lainnya. (hervina s.)

About DESA TIGAWASA
KAMI ADALAH GENERASI ANAK MUDA BALI AGA YANG INGIN MEMAJUKAN DESA KAMI. KAMI SEBAGAI GENERASI MUDA DARI DESA BALI AGA BERKEINGINAN MELASTARIKAN BUDAYA KAMI, DAN MEMPRKENALKAN BUADAYA KAMI. AJEG BALI, AJEG BALI AGA.!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: