Smp Satu Atap Negeri 2 Banjar Bangkitkan Budaya Terpendam

“BUKAN SEKEDAR NYEKOLANG ANAK, TAPI BAGAIMANA NYEKOLAHANG ANAK”

 

“Tidak selalu yang letaknya pinggiran itu terpinggirkan”, kata-kata itu mengawali kita menapaki sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di sebuah desa tua dikecamatan Banjar tepatnya desa Tigawasa Dusun Pangussari. Sekolah ini adalah salah satu SMP Satu Atap (Satap) di kabupaten Buleleng yang bernama SMP Satap Negeri 2 Banjar yang. SMP yang dipimpin oleh A.A. Suantara, S.Pd. ini didirikan pada tahun 2006 berdasarkan SK Bupati N0: 387/2006 dan saat ini berada di lingkungan SD N0 3 Tigawasa dimana sejak awal kepala SD dan SMP menjadi satu dimana Kepala SD No 3 Tigawasa sekaligus menjadi Kepala di SMP Satap Negeri 2 Banjar. Namun sejak tanggal 12 Juli 2010, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Buleleng diangkat Kepala SMP Satu Atap Negeri 2 Banjar yang terpisah dengan SD N0.3 Tigawasa. Dengan pemisahan tersebut diharapkan terjadinya peningkatan pengelolaan manajemen sekolah setara dengan manajemen sekolah SMP reguler.
Sekolah yang sebelumnya pernah dipimpin oleh alm. Putu Kartika, S.Pd., Drs. Ketut Sukadarma, alm. I Putu Miasa, S.Pd., Wayan Wenten, S.PD,. dan Putu Wirata, S.Pd., ini telah menamatkan siswa sebanyak 43 orang. Menurut Agung Suantara yang merupakan orang nomor satu di sekolah yang memiliki misi mewujudkan manajemen sekolah yang berdisiplin, profesional dan penuh dengan rasa kekeluargaan ini mengatakan bahwa SMP ini memiliki gedung sebanyak 5 lokal, 4 lokal ruang belajar dan 1 lokal ruang pegawai dan guru. Ditanya masalah tenaga pendidik Agung Suantara juga menyampaiakan sekolahnya memiliki 18 orang guru (16 guru bantu dan 2 orang PNS), 8 orang pegawai tata usaha.
Agung Suantara yang dulunya menjadi guru di SMP Bhaktiasa yang ditemui TPI (21/04) kemarin menyampaikan jumlah tenaga pendidik tersebut relatif memadai untuk membimbing 4 rombongan belajar dengan jumlah total 113 orang siswa. ”Walaupun guru pengajar tergolong masih kurang, tetapi sederetan prestasi sudah diukir oleh rekan-rekan guru, seperti untuk lomba karya tulis dua orang guru kami a.n Putu Agus Eka Mastikayasa, S.Pd., dan Ni Putu Ayu Winursita Dewi, S.Pd lolos ke Jakarta”, ungkap Agung Suantara. Ditanya masalah prestasi akademik, SMP Satap ini tidak bisa berbicara banyak karena baru mampu sebagai peserta saja, meskipun sudah setiap perlombaan diikuti dan tentunya tidak menjadi juru kunci. Namun demikian, jika di bidang non akademik prestasi pernah diraih oleh sekolah yang menjunjung visi beriman kreatif mandiri dan berbudaya ini yaitu juara 1 lomba lari pada porsenijar tingkat kecamatan banjar a.n Komang Eriani siswi kelas VII dengan pembina I Wayan Mahardika, A.Md.
Ditanya masalah kesan menjadi kepala sekolah bukan di desa sendiri, Agung Suantara mengaku dirinya sangat bangga dan berterimakasih kepada masyarakat karena sudah welcome menerimanya menjadi kepala sekolah. ”meskipun awal-awalnya saya merasa ngeri juga karena penafsiran orang-orang tentang desa ini”, ujar Agung Suantara seraya tersenyum. Beliau juga sempat menyampaikan untuk pegawai yang tidak bisa ICT dijadwalkan belajar tiap hari sabtu dan untuk guru-guru sudah berpacu memakai pembelaran LCD. Selain itu Agung Suantara berkeinginan untuk Bagaimana membangkitkan budaya yang terpendam, karena di sini memiliki potensi yang bagus, “misalnya budaya sapa om swastiastu, tri sandya 3 kali sehari, dan keterampilan anyaman bambu”, tegas Agung Suantara.
Berkaitan dengan momen Saraswati, Agung Suantara menyampaikan tepat pada saat hari raya Saraswati, warga sekolahnya akan mengadakan upacara pujawali (nguling) dengan melibatkan komite SD dan SMP. Momen ini dipersiapkan mulai (22/04) dan warga sekolah antusias menyambut perayaan suci ini. Hal ini dibenarkan oleh I Ketut Arjasa, S.Pd, Sd. Selaku wakasek. ”kami sudah menyiapkannya dengan baik, agar tepat pada hari H semuanya berjalan lancar tanpa hambatan”, ucap Arjasa mantap.
Diakhir perbincangan dengan TPI Agung Suantara berharap agar dibantu dalam sarana dan prasarana, karena gedung masih kurang, dan untuk guru agar tetap termotivasi dalam mengajar. Selain itu untuk orang tua agar tidak hanya nyekolang anak, tapi bagaimana nyekolahang anak, karena perhatian orang tua bisa membantu anak dalam belajar. Sehingga nantinya terjadi hubungan antara, anak, guru, dan orang tua. “Saya berpesan kepada siswa SD yang ada di desa Tigawasa dan sekitarnya agar mau bersekolah ke SMP Satap Negeri 2 Banjar ini”, pungkas Agung Suantara. (RVN)

About DESA TIGAWASA
KAMI ADALAH GENERASI ANAK MUDA BALI AGA YANG INGIN MEMAJUKAN DESA KAMI. KAMI SEBAGAI GENERASI MUDA DARI DESA BALI AGA BERKEINGINAN MELASTARIKAN BUDAYA KAMI, DAN MEMPRKENALKAN BUADAYA KAMI. AJEG BALI, AJEG BALI AGA.!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: