Membangun Jalur Ekspor Langsung dari Bali Utara

BERBICARA soal sentra produksi barang kerajinan di Bali, orang mungkin lebihbanyak menyebut nama sejumlah desa di Gianyar, Klungkung atau Badung.Jarang sekali orang melontarkan nama-nama desa di Buleleng, meskisesungguhnya barang-barang kerajinan produksi perajin-perajin desa di BaliUtara itu sudah banyak memenuhi pasar seni di Bali Selatan, bahkan hingga keluar negeri. Bahkan, secara ekonomi dan bisnis, perajin di Buleleng tergolongsangat eksis meskipun dari segi pemasaran mereka masih sangat tergantungdengan pengusaha-pengusaha besar di Gianyar dan Denpasar.

            Di Buleleng kini terdapat tak kurang dari 500 perajin yang tersebar daripinggiran kota hingga ke pelosok-pelosok desa. Dari jumlah itu, sekitar 60perajin masuk dalam usaha berskala cukup besar dengan mempekerjakansekitar 10 hingga 50 karyawan. Meski bekerja di tempat terpencil, namun omzetmasing-masing dari perajin itu bisa mencapai rata-rata Rp 5 juta hingga Rp 10juta. Omzet itu tentu termasuk besar meski jika dilihat dari sistem pemasaran yangmereka anut masih tradisional. Mereka harus membawa sendiri barangkerajinan mereka ke pasar-pasar besar di Gianyar dan Denpasar, ataumengirimnya ke perusahaan kargo di Denpasar untuk dipasarkan ke luar negeri. Bahkan, masih ada perajin yang membawa sendiri barang kerajinannya kelilingdesa di Buleleng dan luar Buleleng. Atau jika tak ada waktu untuk berkeliling,mereka cukup tinggal di rumah untuk menerima pesanan. Baca Selengkapnya🙂

Smp Satu Atap Negeri 2 Banjar Bangkitkan Budaya Terpendam

“BUKAN SEKEDAR NYEKOLANG ANAK, TAPI BAGAIMANA NYEKOLAHANG ANAK”

 

“Tidak selalu yang letaknya pinggiran itu terpinggirkan”, kata-kata itu mengawali kita menapaki sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di sebuah desa tua dikecamatan Banjar tepatnya desa Tigawasa Dusun Pangussari. Sekolah ini adalah salah satu SMP Satu Atap (Satap) di kabupaten Buleleng yang bernama SMP Satap Negeri 2 Banjar yang. SMP yang dipimpin oleh A.A. Suantara, S.Pd. ini didirikan pada tahun 2006 berdasarkan SK Bupati N0: 387/2006 dan saat ini berada di lingkungan SD N0 3 Tigawasa dimana sejak awal kepala SD dan SMP menjadi satu dimana Kepala SD No 3 Tigawasa sekaligus menjadi Kepala di SMP Satap Negeri 2 Banjar. Namun sejak tanggal 12 Juli 2010, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Buleleng diangkat Kepala SMP Satu Atap Negeri 2 Banjar yang terpisah dengan SD N0.3 Tigawasa. Dengan pemisahan tersebut diharapkan terjadinya peningkatan pengelolaan manajemen sekolah setara dengan manajemen sekolah SMP reguler.
Sekolah yang sebelumnya pernah dipimpin oleh alm. Putu Kartika, S.Pd., Drs. Ketut Sukadarma, alm. I Putu Miasa, S.Pd., Wayan Wenten, S.PD,. dan Putu Wirata, S.Pd., ini telah menamatkan siswa sebanyak 43 orang. Menurut Agung Suantara yang merupakan orang nomor satu di sekolah yang memiliki misi mewujudkan manajemen sekolah yang berdisiplin, profesional dan penuh dengan rasa kekeluargaan ini mengatakan bahwa SMP ini memiliki gedung sebanyak 5 lokal, 4 lokal ruang belajar dan 1 lokal ruang pegawai dan guru. Ditanya masalah tenaga pendidik Agung Suantara juga menyampaiakan sekolahnya memiliki 18 orang guru (16 guru bantu dan 2 orang PNS), 8 orang pegawai tata usaha. Baca Selengkapnya🙂

Tradisi Galungan Di Desa Tua

                              

RITUAL HIJAU SAAT HARI SUCI

 Tigawasa adalah sebuah desa tua “Bali Aga”, tepatnya di Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Nama desa ini sangat erat hubungannya dengan kedatangan seorang Rsi bernama Rsi Markandeya ke Bali, yang konon membawa anak buahnya “wong Aga” dari Gunumg Rawung. Menurut Lontar Markandeya Wong Aga inilah yang menetap di Bali hingga sekarang, yang tersebar  di daerah  seluruh Bali, misalnya, Tigawasa sendiri, Cempaga, Sidetapa, Pedawa, Sembiran, Trunyan, Batur dan sebagainya. Kata Tigawasa berasal dari dua versi, yaitu yang pertama berarti, Tiga Kuasa atau Tiga Tempat (tempat yang dimaksud adalah: Munduk Taulan, Pememan dan Kayehan Sanghyang). Sedangkan arti kata yang kedua adalah, Tiga Was atau tiga kali pergi (maksudnya adalah tiga kali pergi untuk membuat desa, tempat yang pertama adalah di Sanda, kedua Pangus dan yang terakhir tempat dimana saat ini merupakan pusat desa.

 Ditanya masalah tradisi, maka desa yang terkenal dengan anyaman sokasinya ini memiliki beberapa tradisi yang sangat unik termasuk tradisi pada saat merayakan hari-hari keagamaan (galungan, kuningan, Pegatwakan dan sebagainya). Pertama tradisi bahasa, bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat di daerah Tigawasa adalah bahasa pedalaman yaitu bahasa yang sudah ada sejak wong Aga sendiri masuk ke daerah Bali. Bahasa ini disebut bahasa Tigawasa dimana vokal bahasanya kebanyakan memakai vokal  ‘a’, yang mirip dengan bahasa Jawi dan Melayu kuno. Misalnya saja dalam bahasa Indonesia,”mau kemana?”, dan dalam bahasa Tigawasa, “kal kejapa?” Masih banyak lagi istilah-istilah dalam bahasa Tigawasa yang mungkin tidak bisa dimengerti oleh masyarakat Bali kebanyakan. Baca Selengkapnya🙂

Prestasi Baik, PKBM Tigawasa Terima Bantuan Leptop

MENGINTIP  LEBIH DEKAT PKBM WIDYA AKSARA TIGAWASA, BANJAR

“PRESTASI OKE TERIMA BANTUAN 5 BUAH LAPTOP”

Eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat,

ilang luhu buk katah, yadin ririh enu liu pelajahin………..

Lagu bali tersebut adalah salah satu inspirasi yang dipegang teguh oleh Ni Luh Ayu Marheni, S.Pd., dalam memimpin PKBM Widya Aksara Tigawasa. Betapa tidak, Marheni yang ditemui di sela-sela kesibukannya menjadi penyelenggara PKBM yang dulunya dirintis oleh suaminya (alm.) ini sangat antusias dan bertanggung jawab dalam membina warga belajar ke arah yang lebih baik lagi. Marheni selalu berasumsi bahwa segala sesuatu itu perlu proses dan belajar. “Tidak ada istilah terlambat untuk belajar”, ujarnya Kepala PKBM yang juga seorang guru olahraga tersebut. Diawal perbincangan dengan TPI (01/04), Marheni sempat menyampaikan bahwa salah satu warga belajarnya  atas nama Kadek Agung Wiranjaya sudah mengharumkann nama PKBM melalui lomba siswa berprestasi.

Pengelola PKBM I Nyoman Artawan, SE yang ditemui TPI ketika serah terima bantuan laptop ini sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh salah satu siswa di PKBM Widya Aksara. Sebelumnya Prestasi yang diraih adalah  juara 1 terbaik putra kategori pendidikan nonformal setara SMA dalam lomba siswa siswi berprestasi tingkat Kabupaten, dan Agung berhak menjadi duta Buleleng dalam lomba di tingkat provinsi. Tidak hanya sampai di sana saja, ternyata Agung juga berhasil mengharumkan sekolah dengan keberhasilannya meraih juara  1 siswa berprestasi kategori pendidikan nonformal setara SMA di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Denpasar (25/03). Pada kesempatan itu Agung berhasil menyisihkan Lawannya dari Bangli yang mendapat peringkat 2. Agung juga akan menjadi duta Bali dalam lomba yang sama di tingkat nasional. Baca Selengkapnya🙂

Lantik OSIS, PKBM Widya Aksara Tigawasa Siapkan Tunas Bangsa

PKBM WIDYA AKSARA (PAKET B DAN C TIGAWASA)
“LANTIK OSIS PERIODE 2011/2012, SIAPKAN SELEKSI PEMUDA PELOPOR 2012”

Tidak mengheran jika Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) satu ini selalu menjadi sorotan di dunia pendidikan kabupaten buleleng. Betapa tidak, PKBM ini adalah satu satunya PKBM yang memiliki OSIS di sekolahnya. Hal ini dibenarkan oleh penyelenggara atau kepala sekolah paket C dan B Tigawasa. “Kami ingin melatih warga belajar kami agar menjadi pemuda yang memiliki jiwa kepemimpinan”, ujar marheni yang ditemui TPI (19/04). Menurut pengelola PKBM sendiri I Nyoman Hartawan, S.E, kegiatan positif ini sangat bermanfaat dalam pendewasaan diri warga belajar. TPI pada ksesempatan tersebut juga mewawancarai ketua OSIS atas nama I Kadek Ari Cahyadi. Cahyadi berjanji kepada sekolahnya untuk selalu menjunjung tinggi nama sekolah bersama anggota OSISnya yang lain.
Selain pelantikan OSIS, hal yang baru dari program kesetaraan yang sudah meloloskan warga belajarnya ke tingkat nasional ini adalah dalam porsenijar kabupaten buleleleng tahun 2012. Pada momen tersebut salah satu wakil dari Paket C atas nama Ni Ketut Vera Setianingsih berhasil meraih juara 1 cabang lari 400 m putri. Tidak sampai disana saja, salah satu tutor kepercayaan PKBM Widya Aksara Banjar juga ditunjuk mewakili buleleng dalam seleksi pemuda pelopor tingkat provinsi 2012. Tutor tersebut adalah Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, S. Pd. Pada kesempatan tersebut, tutor yang juga sebagai pembina OSIS ini mewakili dari bidang pendidikan. Hervina yang didampingi penyelenggara mengatakan sudah mempersiapkan administrasi lomba yang konon tanggal seleksinya berlangsung pada Mei 2012.
Diakhir perbincangan dengan TPI, Marheni mengatakan bahwa keberhasilan sekolah tidak serta merta hanya karena dari pihak sekolah saja tetapi juga dari dukungan dari semua pihak baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah. “Jadi saya berpesan agar nantinya OSIS yang baru dapan menjalankan tugasnya dengam baik, dan untuk yang akan mengikuti seleksi pelopor agar lebih mnyiapkan diri dan semoga sukses”, pungkas Marheni. (win)

Sekolah Dasar Negeri 3 Tigawasa

SEPOTONG PESAN DARI SD BALI AGA

Terwujudnya prestasi peserta didik yang sehat, cerdas, taqwa, berbudaya danpeduli lingkungan sehingga memiliki daya saing tinggi di masa mendatang, merupkan visi dan misi sebuah Sekolah Dasar Negeri 3 Tigawasa yang terletak di sebuah desa Tua Bali Aga tepatnya desa tigawasa. SD yang berdiri pada tanah seluas 1500 m2  pada tahun 1983 ini dipimpin oleh kepala sekolah baru I Putu Wirata, S.Pd. sebelumnya SD yang beralamat lengkap di banjar dinas Pangusari kec. Banjar Kab. Buleleng ini dikepalai oleh I Putu Miasa, S.Pd., alm.

Menurut Arjasa (salah satu guru yang juga sebagai wakasek), walaupun letaknya tergolong di daerah terpencil, SD yangmemiliki siswa 169 orang (77 laki-laki, 92 perempuan) ini memiliki sederatan prestasi yang cukup membanggakan, diantaranya adalah: juara 1 mesatwa Bali Tk. Kabupaten 2007, juara 1 menganyam Tk. Provinsi Bali 2007, juara 1 lomba synopsis Tk. Kecamatan 2009, juara 2 menulis aksara Bali Tk Kecamatan 2009 , juara 3 bahasa inggris Tk. Kecamatan 2009, dan juara atletik Tk. Kecamatan 2009. Baca Selengkapnya🙂

Kepala Desa Tigawasa

BANTU ANAK BERPRESTASI DENGAN PROGRAM BAPAK ANGKAT

Mendengar kata tigawasa perhatian kita akan tertuju pada kekerasan, peperangan, kuno, seram, sokasi, bedeg dan lain sebagainya. Betapa tidak, Desa yang terletak di kecamatan Banjar ini ternyata memiliki sejarah yang cukup jelas, tetapi ada beberapa versi yang mengatakan tentang keberadaan salah satu desa Bali Aga ini. Selain berbicara sejarah ternyata desa ini akan mengadakan program Bapak Asuh bagi anak berprestasi. Bagaimana kelanjutannya?

Kadek Murtika selaku kepala desa Tigawasa yang ditemui oleh TPI di sela-sela kesibukan kantornya mengatakan bahwa Desa Tigawasa memiliki visi yang unik yaitu mewujudkan Desa Tigawasa  yang ASRI (aman, sehat, rapi, dan indah). Visi tersebut didukung oleh misi yaitu menjaga keamanan desa, menata lingkungan denagn rapi dan indah, serta menjaga kesehatan, mulai dari lingkungan sekolah. Murtika juga menambahkan bahwa Desa yang memiliki luas wilayah 1690 hektar ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 5450 jiwa dan terbagi menjadi 1369 KK. Secara geografis desa yang terkenal dengan anyaman bambunya ini memiliki batas-batas wilayah yaitu, Sebelah utara: Desa Temukus dan Kaliasem, Sebelah Selatan: Desa Pedawa, Sebelah Barat: Desa Cempaga, dan Sebelah Timur: Desa Kayu Putih Melaka. Selain itu desa Tigawasa juga terbagi menjadi 9 Banjar dinas yaitu, Banjar Dinas Dauh Pura, Banjar Dinas Sanda, Banjar Dians Pangussari, Banjar Dinas Wanasari, Banjar Congkang, Dinas Dinas Gunung Anyar, Banjar Dinas Dangin pura, Banjar Dinas Umasedi, Banjar Dinas Konci. Baca Selengkapnya🙂

Sekolah Dasar Negeri 3 Tigawasa

MINUS PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Unggul dalam mutu dan santun dalam budi pekerti, merupkan visi sebuah Sekolah Dasar Negeri 2 Tigawasa yang letaknya jauh dari kebisingan kota ini. SD yang berdiri pada tanah seluas 1400 m2  pada tahun 1978 ini dipimpin oleh kepala sekolah baru I Wayan sumadana, A.Ma.Pd. SD yang beralamat lengkap di banjar dinas Dauh Pura Desa Tigawasa kec. Banjar Kab. Buleleng ini memiliki 6 orang PNS  (termasuk kepala sekolah, guru agama dan penjas, dan guru kelas), 1 orang guru kontrak, 1 orang guru honor, 1 orang penjaga sekolah, dan 1 orang pegawai honor tata usaha.

Menurut Sumadana, walaupun letaknya tergolong di daerah terpencil, SD yangmemiliki siswa 166 orang (88 laki-laki, 78 perempuan) ini memiliki sederatan prestasi yang cukup membanggakan, diantaranya adalah: juara 1 Lomba Matematika Tk. Kecamatan 2007 a.n Luh Windarini, juara III Lomba murid berprestasi Tk. Kecamatan 2007 a.n Bayu Sandika, Juara III Lomba Aktivitas SD Tk. Kecamatan 2007, Juara I Melukis Tk. Kecamatan 2007 a.n Kadek Ardi Pratama, Juara I Lomba Tolak Peluru Putra Tk. Kecamatan 2007 a.n I Putu Edi Suartika, Juara II Lomba Sinopsis Tk. Kecamatan 2008, Juara I Lomba Mesatwa Bali Tk. Kecamatan 2008 a.n I Putu Indrayana, Juara I Lomba Mesatwa Bali Tk. Kecamatan 2010 a.n Luh Suryaningsih, dan masih banyak lagi prestasi yang diraih oleh sekolah ini. Baca Selengkapnya🙂

Sekolah Dasar Negeri 1 Tigawasa

Wujudkan Sekolah Yang Berkualitas, Siapa Takut!!!

Perjalanan sejarah telah membawa sebuah Sekolah Dasar yang terletak di desa Bali Purwa Tigawasa ini untuk lebih dikenal oleh masyarakat. Betapa tidak, pada tanggal 6/01/11 TPI berhasil menguak keberadaan SD yang memiliki alamat lengkap di Banjar Dinas Dauh Pura, desa Tigawasa, Kec. Banjar, Kab. Buleleng. Terletak di sebuah desa terpencil ternyata tidak menyurutkan hati SD ini untuk mengepakkan sayap prestasinya. Menurut Nyoman Suarya,S.Pd selaku orang nomor satu yang memimpin  SD ini mengatakan bahwa Sekolah yang berdiri pada tanggal 30 Agustus 1950 ini memiliki siswa laki-laki sebanyak 76 orang dan perempuan sebanyak 79 siswa. Suarya juga menambahkan SD ini memiliki 6 orang guru (5 orang PNS, 1 orang tenaga pengabdian) dan 1 orang penjaga sekolah.

Ditanya masalah prestasi, SD yang berdiri di atas tanah seluas 1222 m2 ini ternyata memiliki sederetan prestasi yang membanggakan sekolah. Diantaranya adalah mengikuti perlombaan kreatifitas SD tingkat gugus pada tahun 2010 atas nama Dian Arta Melani (mata pelajaran IPA)  anak dari Made pertama, dan Ardi Wiweka (mata pelajaran Matematika) anak dari I Putu Budi Utomo. Selain dari kalangn siswa, pada tahun yang sama salah seorang guru juga mengikuti lomba guru teladan atas nama Made Arcita, S.Pd. “kiat sekolah dalam mengembangkan prestasi sekolah adalah dengan melaksanakan dan memberikan pelajaran secara terjadwal”, ucap Suarya.

Mewujudkan sekolah yang bermutu, beriman, dan berbudaya dan berwawasan lingkungan adalah Visi dari SDN yang memiliki bangunan yang dipisahkan oleh jalan raya ini. Visi sekolah didukung oleh beberapa misi yaitu, melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara terjadwal efektif dan efisien, menumbuhkembangkan semangat bersaing, membina siswa pada jarur seni budaya, dan mengoptimalkan tata tertib, berfikir dan berprilaku. Semoga apa yang tersirat pada visi di atas bisa berjalan dengan lancar. Astungkara. (RVN)

Menelusuri Kehidupan Desa Bali AgA

BULELENG memiliki banyak desa tua yang berderet di dataran tinggi Kecamatan Banjar dan Tejakula. Di Banjar terdapat Desa Sidatapa, Pedawa, Cempaga, Tigawasa dan Banyusri. Di Tejakula masih berdiri dengan unik Desa Sembiran, Julah dan desa lain yang masih berkaitan erat dengan desa-desa tua di Kabupaten Bangli.

Sebagai desa yang bernilai sejarah, tentu saja desa tua ini punya banyak tradisi budaya yang khas, yang patut dipertahankan, bukan semata-mata untuk kepentingan pariwisata, tetapi lebih jauh sebagai aset untuk menelusuri sejarah masa lalu. Masa lalu yang jadi cermin di masa depan. Begitulah yang dilakukan warga Desa Sidatapa –salah satu desa tua — di Kecamatan Banjar.

Memasuki Desa Sidatapa di Kecamatan Banjar, Buleleng, rasanya seperti menyelinap ke dalam sebuah lukisan indah tentang kehidupan Bali masa lalu. Suasana hutan yang sejuk dan jalan setapak yang dikitari gugusan semak dan pepohonan besar senantiasa menawarkan suasana alam yang meski terkesan liar, namun memberi rasa teduh dan damai. Apalagi ketika masuk ke pemukiman, suasana kehidupan yang polos dan bersahaja tergambar dari gerak-gerik masyarakatnya yang sedikit dingin namun tingkahnya menunjukkan bahwa warga Sidatapa adalah sekelompok warga yang ramah, gampang bersahabat dan mudah diajak bicara. Baca Selengkapnya🙂